
ketika sang surya masih di ufuk timur dengan susah payahnya aku mulai membangu bukit-bukit arti yang sangat jauh dari pengaruh zaman. banyak rintangan dan tantangan membelai segala jiwa. kala genta perak masih bisu akan seribu kata. kan kukekang pusara bibir hatinya. kan kutimang serpihan jawara lidah tuk mengusik segalanya. kan kubuai embun pagi surgawi yang selalu menjaga hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar