lintasan kias dusta kian menjelma
dalam pesona buaian nestapa senja
angkasa abu inersia makin membara
merayu gelung nuasa pulau angina
yang pernah hampa begitu saja
nuansa embun dewi terbaur semu
keladi kelabu meluluh galau
adegan lentera murka dengan selaput duka
menjadi valuta sedan seluruh naungan rindu
mungkin jeritan ini hanya kesenyapan biru
mungkin tawa ini hanya kalbu sendu
mungkin tangis ini hanya senandung syahdu
cinta munafik kian mencitra kaku
sampai kabut bara menyisir salju
helai pujangga bersemu pati
menderai mantra petir ilusi
teka-teki insting permadani bersorai-sorai
namun.............
impian musim semi palsu
mengacaukan debu-debu misteri
muara merapuh samar dalam aura hasrat arai
lenyap sudah semua selimut sihir jemu
karna keluputan jemari kurcacit terbelenggu
mencoba menerpa sahara bisu
memapang sepi pelangi sinai palsu
kini pupus menjadi satu
angin helitar tata bersindir
hancur lupus kian berparas
menerka teka-teki abu bengis
laksana takwil semerbak pupus
selendang jalang masih terpapang
tirai laknat menyelam keruh
mendekap sejuk dalam sajadah lubuk malam
dalam deraian asmara lalim
rentannya gelung impian menhantai silau
untaian misteri melodi terdampar getir
prahara badai parsial melapis layu
pertapa kuil sunyi meraung gelap
lenyap sudah selimut sihir jemu
"sesatkan dalam penantian hati"
"sesatkan dalam penantian hati"